Skip to main content

Posts

Showing posts from 2018

Tentang Menikah

Akhir akhir ini banyak banget champaigne tentang nikah muda, iya gak sih? Apa karna umur gua udah 20+ aja kali ya, jadi circle nya udah pada nikah atau menuju nikah semua. Btw, tahun ini gue emang banyaaaakkkk banget dapet undangan pernikahan dari teman - teman sebaya, gue jadi mikir "oh begini rasanya relate sama quote *menikah itu bukan perlombaan* wkwkwkwk" Sebelum lebih jauh, emang nikah itu apasih? Dikutip dari wikipedia p ernikahan adalah upacara pengikatan janji nikah yang dirayakan atau dilaksanakan oleh dua orang dengan maksud meresmikan ikatan perkawinan secara norma agama, norma hukum, dan norma sosial.  *ooo jadi begitu* Kalo yang gua tangkep dari menikah itu sendiri berarti menyatukan dua orang manusia, menyatukan dua keluarga, menyatukan beban hidup bersama, memikul tanggung jawab yang besar bersama, tanggung jawab dunia akhirat. Ya pokoknya sesuatu yang sangat sakral dan gak main-main. Sayangnya, jaman sekarang (atau mungkin dari jaman dulu) banyak...

Kelak

Denganmu, aku tenang. Itulah alasan mengapa aku ingin selalu berada di dekatmu. Bercerita tentang hidup yang menyesakkan, atau sekedar canda yang tak begitu lucu namun mampu membuat kita tertawa. Hari demi hari, selama beberapa tahun ini aku bersyukur karna masih bisa melihatmu, pergi ketempat-tempat baru, menikmati makanan yang belum pernah kita nikmati sebelumnya, berselisih paham, blok - unblok sosial media, hingga mengukir asa bersama. Terimakasih karna selalu ada. Karna kamu separuh kekuatanku, tempatku meluapkan segala emosi; marah, sedih, cemas dan senang. Kamu itu, buatku cukup. Kamu tak perlu seperti ini dan itu. Kamu tak usah seperti dia atau mereka. Aku menerima kamu seutuhnya. Dengan sisi baik dan buruknya kamu. Kamu bilang, aku adalah tujuanmu. Seseorang yang selalu kamu dahulukan. Seseorang yang penting dalam hidupmu.  Tetaplah begitu, hingga kamu mencapai tujuanmu, aku mencapai tujuanku, tujuan kita bersama. Setiap hari, aku selalu berharap agar...

Cerita Tentang Mama

Suatu malam di bulan Mei 2018, Malam itu gue baru aja pulang kerja dari tempat kerja gue di daerah Menteng, Jakarta Pusat. Didalam kereta, gue menerima telpon dari kakak, dia bilang:  “ni, nanti pulang jangan bilang sama mama apa penyakitnya dia, mama kena kanker serviks ni” Seketika itu juga badan gue lemes, nangis sambil berdiri di kereta, enggak ngerti lagi apa yang gue rasain…. Paginya gue emang tau kalo mama mau periksa ke rumah sakit karna udah mengalami pendarahan yang cukup lama, padahal mama gue sendiri sudah tidak menstruasi. Tapi gue gak pernah nyangka mama bisa di diagnosa kanker. Kata kanker sendiri amat tabu buat gue, gak pernah sedikit pun gue ngayal kanker ada di hidup gue, tiap googling gejala penyakit yang dirasain mama, gak pernah gue ketik keyword “kanker” sebegitu enggak kepikirannya. Sampenya dirumah gue masih lemes, liat mama kayaknya pengen nagis banget. Waktu itu gue pulang bawa makanan dari kantor, biasanya gue makan sendiri karna laper tapi...

STOP BODY SHAMING!!!

Hafff.... Bosen sih harus nulis tentang ini lagi, tapi lagi lagi gue masih resah sama hal ini. Kamu udah tau apa itu bodi shaming ? Simplenya sih, body shaming (mempermalukan diri) itu istilah yang digunakan untuk mencela atau mengejek orang lain dan atau dirimu sendiri berdasarkan tampilan fisiknya. Jadi semacam bullying juga sih. Gue sebagai korban yang sedari jaman SD sampe sekarang mendapat perlakuan kayak gini dari lingkungan, merasa ini sangat amat mengganggu. "Kenapa sih orang orang selalu bully fisik gue kayak gini?" kadang itu yang sering gue tanyakan pada diri. Seringnya, gue di bully karna kekurusan gue yang mungkin mengganggu indra penglihatan mereka. Gak sesuai sama standar kecantikan dimata mereka. Selalu protes sama keadaan diri gue yang bahkan merugikan mereka pun enggak. Dan hal ini sangat berdampak buruk untuk gue, tingkat kepercayaan diri gue menurun. Karnanya dari kecil gue adalah orang yang gak pedean, cenderung pesimis. Sampai sekarang si...

Para Copet Metromini 640

Pagi itu, gue bangun dengan perasaan males berangkat kerja. Hal yang bikin males adalah karna habis pulang kerja ada townhall untuk event HARBOLNAS kantor gue waktu itu, otomatis pulang malem. Seperti biasa gue naik kereta pukul 6.30 yang berangkat dari Rangkas Bitung ke Tanah Abang, seperti biasa pula gak kebagian kursi karna padet. Hari itu gue pake dreescode hitam untuk townhall dan kebetulan baju item gue ini modelnya agak ribet makanya gue pake tas yang di selempang kesamping, biar gak ribet. Pikir gue, kala itu. Sampai di stasiun Tanah Abang gue melanjutkan rute ke stasiun Sudirman, sekitar sepuluh menit sampailah di stasiun sudirman. Sebenernya untuk sampe ditempat kerja gue yang ada di daerah pancoran itu bisa pake beberapa alternatif transportasi sih, biasanya sih gue pake ini : 1. Turun di st. Tebet terus lanjut pake Grab 2. Turun di st. Sudirman terus lanjut naik metromini 640 3. Turun di st. Kebayoran terus naik busway arah UKI ( ini jarang gue pake karna males ja...

Kenapa harus Islam, Allah dan Al Qur'an?

Pernah nggak dalam benak lu ada keresahan semacam judul tulisan ini? Jujur gue pernah, kalo waktu kecil sih lebih kepada "Allah itu apa?" T ipikal pertanyaan anak kecil banget. Tapi ini adalah pertanyaan yang menarik untuk dipikirkan. Rasanya amat tidak mungkin kalau alam semesta beserta isinya ini terjadi secara kebetulan, pasti ada penciptanya ya kan. Sama hal nya seperti handphone, yang hampir tiap kita memiliki barang ini sekarang, apa mungkin sebuah handphone yang begitu canggih itu tercipta secara kebetulan? Tiba- tiba aja ada di dunia ini? Enggak mungkin kan, pasti lah ada penciptanya. Begitu juga dengan dunia dan manusia yang pasti memiliki pencipta. Pertanyaannya, siapa sih pencipta dunia dan seisinya ini? Apakah Allah? Kenapa harus Allah? Apa dasarnya kalau Allah lah penciptanya? Makin penasaran, makin banyak pertanyaan yang muncul, kenapa harus Islam? Kenapa harus Al qur'an ? Pernah terlintas sedikit aja dikepala kita? Kalo pernah, berarti kita terma...