Denganmu, aku tenang.
Setiap hari, aku selalu berharap agar Tuhan dan semesta merestui kita, membuat jalan ini menjadi ringan. Sampai tiba saatnya, setiap saat, setiap hari, aku merasa tenang dan nyaman. Karnamu.
Itulah alasan mengapa aku ingin selalu berada di dekatmu. Bercerita tentang hidup yang menyesakkan, atau sekedar canda yang tak begitu lucu namun mampu membuat kita tertawa. Hari demi hari, selama beberapa tahun ini aku bersyukur karna masih bisa melihatmu, pergi ketempat-tempat baru, menikmati makanan yang belum pernah kita nikmati sebelumnya, berselisih paham, blok - unblok sosial media, hingga mengukir asa bersama.
Terimakasih karna selalu ada. Karna kamu separuh kekuatanku, tempatku meluapkan segala emosi; marah, sedih, cemas dan senang.
Kamu itu, buatku cukup. Kamu tak perlu seperti ini dan itu. Kamu tak usah seperti dia atau mereka. Aku menerima kamu seutuhnya. Dengan sisi baik dan buruknya kamu.
Kamu itu, buatku cukup. Kamu tak perlu seperti ini dan itu. Kamu tak usah seperti dia atau mereka. Aku menerima kamu seutuhnya. Dengan sisi baik dan buruknya kamu.
Kamu bilang, aku adalah tujuanmu. Seseorang yang selalu kamu dahulukan. Seseorang yang penting dalam hidupmu.
Tetaplah begitu, hingga kamu mencapai tujuanmu, aku mencapai tujuanku, tujuan kita bersama.
Setiap hari, aku selalu berharap agar Tuhan dan semesta merestui kita, membuat jalan ini menjadi ringan. Sampai tiba saatnya, setiap saat, setiap hari, aku merasa tenang dan nyaman. Karnamu.
Aku mencintaimu, tujuanku.
Semoga kelak, asa menjadi nyata.
Dan doa menjadi realita.
Dan doa menjadi realita.
Comments
Post a Comment