Skip to main content

Tentang Menikah

Akhir akhir ini banyak banget champaigne tentang nikah muda, iya gak sih?
Apa karna umur gua udah 20+ aja kali ya, jadi circle nya udah pada nikah atau menuju nikah semua.

Btw, tahun ini gue emang banyaaaakkkk banget dapet undangan pernikahan dari teman - teman sebaya, gue jadi mikir "oh begini rasanya relate sama quote *menikah itu bukan perlombaan* wkwkwkwk"

Sebelum lebih jauh, emang nikah itu apasih?

Dikutip dari wikipedia pernikahan adalah upacara pengikatan janji nikah yang dirayakan atau dilaksanakan oleh dua orang dengan maksud meresmikan ikatan perkawinan secara norma agama, norma hukum, dan norma sosial. 

*ooo jadi begitu*

Kalo yang gua tangkep dari menikah itu sendiri berarti menyatukan dua orang manusia, menyatukan dua keluarga, menyatukan beban hidup bersama, memikul tanggung jawab yang besar bersama, tanggung jawab dunia akhirat. Ya pokoknya sesuatu yang sangat sakral dan gak main-main. Sayangnya, jaman sekarang (atau mungkin dari jaman dulu) banyak banget orang yang menjadikan "daripada berzina" sebagai alasan untuk menikah, lebih tepatnya untuk "ena ena" tanpa pikir panjang kalo menikah itu bukan sekedar enaena dan punya anak. Lebih dari itu, ada banyak tanggung jawab didalamnya. 

Sebagai perempuan umur 22 tahun gua merasa belum siap untuk menikah karna  belum punya bekal buat jadi seorang istri (yang soleha) apalagi menjadi seorang ibu (yang baik). Balik lagi pada tanggung jawab, jadi istri ada tanggung jawabnya apalagi jadi ibu. Ilmu gue, pengalaman hidup gue, duit gue masih sangat sedikit. Dan masih belum terpikirkan menikah pada usia segini. 

Tapi kagum juga sama mereka yang udah menikah di usia muda. Hebat, hebat banget karna udah punya keberanian yang besar untuk menikah.

Belum lagi, jaman sekarang apa apa serba mahal, nikah mahal, punya rumah mahal, sekolahin anak mahal, biaya hidup mahal, cari kerja susah. Mungkin gua terlalu duniawi, tapi ini kenyataannya coy. Be realistic.

Dan lagi, agak miris juga sama ukhty ukhty yang hijrah tapi isi sosmednya tentang nikah melulu. Katanyaaaa "menikah itu menyempurnakan separuh agama" lantas separuhnya lagi apa udah sempurna wahai manusia? "menikah itu ibadah" kan masiiii banyak ibadah ibadah lain selain menikah malih๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ mending lau pada bahagiain emak bapak dulu deh baru mikirin nikah, karna kalo setelah menikah bakalan lebih susah mengalokasikan duit yang ada aka keperluan rumah tangga nya banyak. Ibu bapak belum tentu kebagian rejeki kita, syukur syukur rejekinya banyak, lha kalo pas pasan. Daripada menyesal kemudian, mending dari sekarang berusaha menyenangkan orangtua dulu. 

Jadi, balik lagi pada prinsip masing - masing sih. Siap atau tidak. Asal jangan karna alasan "retjeh" aja nikahnya ๐Ÿ™ƒ


Comments

Popular posts from this blog

STOP BODY SHAMING!!!

Hafff.... Bosen sih harus nulis tentang ini lagi, tapi lagi lagi gue masih resah sama hal ini. Kamu udah tau apa itu bodi shaming ? Simplenya sih, body shaming (mempermalukan diri) itu istilah yang digunakan untuk mencela atau mengejek orang lain dan atau dirimu sendiri berdasarkan tampilan fisiknya. Jadi semacam bullying juga sih. Gue sebagai korban yang sedari jaman SD sampe sekarang mendapat perlakuan kayak gini dari lingkungan, merasa ini sangat amat mengganggu. "Kenapa sih orang orang selalu bully fisik gue kayak gini?" kadang itu yang sering gue tanyakan pada diri. Seringnya, gue di bully karna kekurusan gue yang mungkin mengganggu indra penglihatan mereka. Gak sesuai sama standar kecantikan dimata mereka. Selalu protes sama keadaan diri gue yang bahkan merugikan mereka pun enggak. Dan hal ini sangat berdampak buruk untuk gue, tingkat kepercayaan diri gue menurun. Karnanya dari kecil gue adalah orang yang gak pedean, cenderung pesimis. Sampai sekarang si...

Setahun lalu dan hari ini

 Setahun setelah hari itu. Selasa, 10 Desember 2019 pukul 19.00  hari dimana untuk terakhir kalinya aku memeluknya, membisikan betapa aku menyayanginya. dia, dengan sisa tenaga yg dimilikinya mencoba memelukku juga. tanpa kata, air matanya menetes, ungkapan kata dan rasa bahwa dia juga menyanyangiku. Ma, hari itu hari yang sangat gelap dihidupku. Dan, setahun setelahnya hidupku masih gelap, setiap harinya. Aku, yang tanpa dirimu selalu mencoba menyakinkan hati bahwa kamu memang sudah tidak disini. Melangkah walau tanpa asa, runtuh, goyah karna tiada tempat berteduh. Tiada hati yang hangat untuk dipeluk. Ma, langkahku masih berat. Hari ku masih dipenuhi oleh rindu, sesal, sepi dan takut. Ma, aku ingin mengulang semua saat bersamamu, walau hal pahit sekalipun. Ma semoga satu tahun ini menyenangkan untukmu, bahagia selalu walau kita tak sama lagi. hanya soal waktu aku kembali. Ma i miss you all the time.

Cerita Tentang Mama

Suatu malam di bulan Mei 2018, Malam itu gue baru aja pulang kerja dari tempat kerja gue di daerah Menteng, Jakarta Pusat. Didalam kereta, gue menerima telpon dari kakak, dia bilang:  “ni, nanti pulang jangan bilang sama mama apa penyakitnya dia, mama kena kanker serviks ni” Seketika itu juga badan gue lemes, nangis sambil berdiri di kereta, enggak ngerti lagi apa yang gue rasain…. Paginya gue emang tau kalo mama mau periksa ke rumah sakit karna udah mengalami pendarahan yang cukup lama, padahal mama gue sendiri sudah tidak menstruasi. Tapi gue gak pernah nyangka mama bisa di diagnosa kanker. Kata kanker sendiri amat tabu buat gue, gak pernah sedikit pun gue ngayal kanker ada di hidup gue, tiap googling gejala penyakit yang dirasain mama, gak pernah gue ketik keyword “kanker” sebegitu enggak kepikirannya. Sampenya dirumah gue masih lemes, liat mama kayaknya pengen nagis banget. Waktu itu gue pulang bawa makanan dari kantor, biasanya gue makan sendiri karna laper tapi...