Skip to main content

STOP BODY SHAMING!!!

Hafff.... Bosen sih harus nulis tentang ini lagi, tapi lagi lagi gue masih resah sama hal ini.

Kamu udah tau apa itu bodi shaming?
Simplenya sih, body shaming (mempermalukan diri) itu istilah yang digunakan untuk mencela atau mengejek orang lain dan atau dirimu sendiri berdasarkan tampilan fisiknya.

Jadi semacam bullying juga sih.


Gue sebagai korban yang sedari jaman SD sampe sekarang mendapat perlakuan kayak gini dari lingkungan, merasa ini sangat amat mengganggu. "Kenapa sih orang orang selalu bully fisik gue kayak gini?" kadang itu yang sering gue tanyakan pada diri.
Seringnya, gue di bully karna kekurusan gue yang mungkin mengganggu indra penglihatan mereka. Gak sesuai sama standar kecantikan dimata mereka. Selalu protes sama keadaan diri gue yang bahkan merugikan mereka pun enggak.

Dan hal ini sangat berdampak buruk untuk gue, tingkat kepercayaan diri gue menurun. Karnanya dari kecil gue adalah orang yang gak pedean, cenderung pesimis. Sampai sekarang sih tapi udah agak berkurang aja kadarnya.
Terus, psikis gue terganggu. Amat terganggu. Pressure yang gede. Gue yang dasarnya emang pemikir jadi over thinking.
Saking banyaknya dorongan dari luar. Kata kata jelek itu masuk ke kuping gue, bikin gue kadang terobsesi untuk ikutin apa maunya mulut-mulut itu. Melakukan hal-hal gila. Terlebih waktu kecil, otak gue belum bisa mikir logis.

Kalo sekarang sih tiap gue ditanya orang atau dikomentarin orang "kenapa kok badan lu kurus banget sih? Makan yang banyak dong" gue cuma iya-in aja. Gue udah berdamai sama diri. Terima apa adanya kondisi gue, karna pada dasarnya ini emang udah keturunan dari keluarga juga.

Tapi yang bikin geram adalah "MULUT MULUT ITU" denger mereka komentarin temen gue yang terlalu kurus atau terlalu gendut rasanya kayak menghunus hati.
Bahkan sempet dengan nada tinggi gue bilang ketika ada temen-temen yang komentarin temen gue juga karna terlalu kurus "kenapa sih lu tuh komentarin dia terus? Emang salah dia apa? Kenapa sih body shaming terus? Kan gak merugikan juga buat lu"
Dan mereka cuma bilang "itu karna lu kurus jugakan makanya lu bilang gitu"
Dan gue cuma bisa diem. Karna takut terbawa emosi.

Sebenernya juga bukan karna itu aja, tapi karna bisa gak sih kalian stop untuk menjelekan fisik orang lain? Standar kecantikan itu gak ada. Manusia aja yang bikin beauty standart yang gak manusiawi.
Dan bisa gak sih kalian nahan mulut ketika melihat apapun yang gak sesuai dimata kalian. Minimal tahan aja untuk komentar jelek. Ayo, coba kita putus mata rantai yang memang sudah mengakar dilingkungan kita ini. Mulai dari diri sendiri. Karna apa yang kalian bilang itu bisa mengganggu jiwa orang yang kalian ejek. Mereka juga punya hati dan bukan mau mereka juga untuk terlalu kurus, gendut, berkulit gelap, rambut kribo dan sebagainya.

Please, ayo berubah demi society yang lebih sehat.


Comments

Popular posts from this blog

Setahun lalu dan hari ini

 Setahun setelah hari itu. Selasa, 10 Desember 2019 pukul 19.00  hari dimana untuk terakhir kalinya aku memeluknya, membisikan betapa aku menyayanginya. dia, dengan sisa tenaga yg dimilikinya mencoba memelukku juga. tanpa kata, air matanya menetes, ungkapan kata dan rasa bahwa dia juga menyanyangiku. Ma, hari itu hari yang sangat gelap dihidupku. Dan, setahun setelahnya hidupku masih gelap, setiap harinya. Aku, yang tanpa dirimu selalu mencoba menyakinkan hati bahwa kamu memang sudah tidak disini. Melangkah walau tanpa asa, runtuh, goyah karna tiada tempat berteduh. Tiada hati yang hangat untuk dipeluk. Ma, langkahku masih berat. Hari ku masih dipenuhi oleh rindu, sesal, sepi dan takut. Ma, aku ingin mengulang semua saat bersamamu, walau hal pahit sekalipun. Ma semoga satu tahun ini menyenangkan untukmu, bahagia selalu walau kita tak sama lagi. hanya soal waktu aku kembali. Ma i miss you all the time.

Cerita Tentang Mama

Suatu malam di bulan Mei 2018, Malam itu gue baru aja pulang kerja dari tempat kerja gue di daerah Menteng, Jakarta Pusat. Didalam kereta, gue menerima telpon dari kakak, dia bilang:  “ni, nanti pulang jangan bilang sama mama apa penyakitnya dia, mama kena kanker serviks ni” Seketika itu juga badan gue lemes, nangis sambil berdiri di kereta, enggak ngerti lagi apa yang gue rasain…. Paginya gue emang tau kalo mama mau periksa ke rumah sakit karna udah mengalami pendarahan yang cukup lama, padahal mama gue sendiri sudah tidak menstruasi. Tapi gue gak pernah nyangka mama bisa di diagnosa kanker. Kata kanker sendiri amat tabu buat gue, gak pernah sedikit pun gue ngayal kanker ada di hidup gue, tiap googling gejala penyakit yang dirasain mama, gak pernah gue ketik keyword “kanker” sebegitu enggak kepikirannya. Sampenya dirumah gue masih lemes, liat mama kayaknya pengen nagis banget. Waktu itu gue pulang bawa makanan dari kantor, biasanya gue makan sendiri karna laper tapi...