Skip to main content

Kenapa harus Islam, Allah dan Al Qur'an?

Pernah nggak dalam benak lu ada keresahan semacam judul tulisan ini? Jujur gue pernah, kalo waktu kecil sih lebih kepada "Allah itu apa?" Tipikal pertanyaan anak kecil banget.

Tapi ini adalah pertanyaan yang menarik untuk dipikirkan.

Rasanya amat tidak mungkin kalau alam semesta beserta isinya ini terjadi secara kebetulan, pasti ada penciptanya ya kan. Sama hal nya seperti handphone, yang hampir tiap kita memiliki barang ini sekarang, apa mungkin sebuah handphone yang begitu canggih itu tercipta secara kebetulan? Tiba- tiba aja ada di dunia ini? Enggak mungkin kan, pasti lah ada penciptanya. Begitu juga dengan dunia dan manusia yang pasti memiliki pencipta.

Pertanyaannya, siapa sih pencipta dunia dan seisinya ini? Apakah Allah? Kenapa harus Allah? Apa dasarnya kalau Allah lah penciptanya?

Makin penasaran, makin banyak pertanyaan yang muncul, kenapa harus Islam? Kenapa harus Al qur'an ?

Pernah terlintas sedikit aja dikepala kita?
Kalo pernah, berarti kita termasuk orang yang berpikir, guys. 😂

Gue yang pada dasarnya Islam sejak lahir, jujur gue gak sepenasaran itu sama Islam waktu kecil, karna toh gua tinggal ikutin apa kata orangtua dan guru ngaji, "tinggal ngikutin" itu kuncinya kenapa gue gak penasaran - penasaran amat sama agama yang gue percayai ini.

Kembali ke laptop!
Analogi yang gue dapet dari seorang ustad yang gue kagumi adalah, kalo sebuah handphone aja punya buku panduan, maka sudah pasti manusia pun harus punya buku panduan, biar enggak rusak, biar enggak salah makenya. Ya, buku panduan manusia itu adalah kitab yang Allah kasih, tapi kenapa harus Al qur'an?

Dari banyak nya kitab kitab yang ada di dunia, Al qur'an lah kitab yang paling masuk logika (menurut gue) karna di dalamnya ada segel atau bukti bahwa Al qur'an adalah sebuah mukzizat dari yang Maha Kuasa.

Bukti yang pertama :

Ada di ayat 2 surah Al Baqarah yang artinya " Kitab ( Al qur'an ) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertakwa"

Di awal awal surah aja (setelah al fatihah ya) Al qur'an sudah mengklaim bahwa kitab ini tuh gak ada keraguan, sebuah petunjuk, bagi yang bertakwa.

Bukti yang kedua :

Masih di surah yang sama yaitu Al Baqarah ayat 23 yang artinya : " Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al qur'an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surah (saja) yang semisal Al qur'an itu dan ajaklah penolong penolongmu selain Allah, jika kamu orang - orang yang benar.

Dari gue lahir sampe sekarang udah umur 20+ gapernah gue lihat atau minimal dengar ada manusia yang bisa bikin surah semacam Al qur'an even itu surah yang paling pendek kayak Al Kautsar. Gak ada kan ya?

Kenapa gak ada yang bisa buat yang semisal Al qur'an ini? Karna manusia itu lemah, oleh karnanya kita mesti berlindung sama Dzat yang Maha Kuat.

Siapa sih yang maha kuat itu? Allah.
Tau dari mana ? Dari Al qur'an
Kenapa mesti islam? Karna Al qur'an adalah buku petunjuknya agama Islam.
Kenapa mesti Muhammad? Karna Muhammad adalah utusan Allah yang diperintah untuk menyebarluaskan Islam ke seluruh penjuru dunia, agar manusia selamat.
Tau dari mana ? Al qur'an , semua ada di Al qur'an.

Jadi udah jelas ya, kenapa harus Islam, Allah, Al qur'an dan Muhammad. Semua itu ada buktinya di Al qur'an.

Comments

Popular posts from this blog

STOP BODY SHAMING!!!

Hafff.... Bosen sih harus nulis tentang ini lagi, tapi lagi lagi gue masih resah sama hal ini. Kamu udah tau apa itu bodi shaming ? Simplenya sih, body shaming (mempermalukan diri) itu istilah yang digunakan untuk mencela atau mengejek orang lain dan atau dirimu sendiri berdasarkan tampilan fisiknya. Jadi semacam bullying juga sih. Gue sebagai korban yang sedari jaman SD sampe sekarang mendapat perlakuan kayak gini dari lingkungan, merasa ini sangat amat mengganggu. "Kenapa sih orang orang selalu bully fisik gue kayak gini?" kadang itu yang sering gue tanyakan pada diri. Seringnya, gue di bully karna kekurusan gue yang mungkin mengganggu indra penglihatan mereka. Gak sesuai sama standar kecantikan dimata mereka. Selalu protes sama keadaan diri gue yang bahkan merugikan mereka pun enggak. Dan hal ini sangat berdampak buruk untuk gue, tingkat kepercayaan diri gue menurun. Karnanya dari kecil gue adalah orang yang gak pedean, cenderung pesimis. Sampai sekarang si...

Setahun lalu dan hari ini

 Setahun setelah hari itu. Selasa, 10 Desember 2019 pukul 19.00  hari dimana untuk terakhir kalinya aku memeluknya, membisikan betapa aku menyayanginya. dia, dengan sisa tenaga yg dimilikinya mencoba memelukku juga. tanpa kata, air matanya menetes, ungkapan kata dan rasa bahwa dia juga menyanyangiku. Ma, hari itu hari yang sangat gelap dihidupku. Dan, setahun setelahnya hidupku masih gelap, setiap harinya. Aku, yang tanpa dirimu selalu mencoba menyakinkan hati bahwa kamu memang sudah tidak disini. Melangkah walau tanpa asa, runtuh, goyah karna tiada tempat berteduh. Tiada hati yang hangat untuk dipeluk. Ma, langkahku masih berat. Hari ku masih dipenuhi oleh rindu, sesal, sepi dan takut. Ma, aku ingin mengulang semua saat bersamamu, walau hal pahit sekalipun. Ma semoga satu tahun ini menyenangkan untukmu, bahagia selalu walau kita tak sama lagi. hanya soal waktu aku kembali. Ma i miss you all the time.

Cerita Tentang Mama

Suatu malam di bulan Mei 2018, Malam itu gue baru aja pulang kerja dari tempat kerja gue di daerah Menteng, Jakarta Pusat. Didalam kereta, gue menerima telpon dari kakak, dia bilang:  “ni, nanti pulang jangan bilang sama mama apa penyakitnya dia, mama kena kanker serviks ni” Seketika itu juga badan gue lemes, nangis sambil berdiri di kereta, enggak ngerti lagi apa yang gue rasain…. Paginya gue emang tau kalo mama mau periksa ke rumah sakit karna udah mengalami pendarahan yang cukup lama, padahal mama gue sendiri sudah tidak menstruasi. Tapi gue gak pernah nyangka mama bisa di diagnosa kanker. Kata kanker sendiri amat tabu buat gue, gak pernah sedikit pun gue ngayal kanker ada di hidup gue, tiap googling gejala penyakit yang dirasain mama, gak pernah gue ketik keyword “kanker” sebegitu enggak kepikirannya. Sampenya dirumah gue masih lemes, liat mama kayaknya pengen nagis banget. Waktu itu gue pulang bawa makanan dari kantor, biasanya gue makan sendiri karna laper tapi...