Pagi itu, aku masih bisa mencium keningmu. Sejak beberapa bulan yang lalu, keadaanmu memburuk, lebih buruk dari sebelumnya. Aku, yang mungkin telah bersiap diri, selalu berdoa agar Tuhan memberi sedikit waktu lagi, beberapa tahun lagi sampai aku bisa memberimu bahagia. Aku yang berusaha keras agar kuliahku cepat selesai, mendapatkan pekerjaan baru yang baik. Memberimu lebih banyak dari biasanya. Beberapa kali ku coba melamar pekerjaan kesana kemari, beberapa orang bertanya "kenapa nggak nunggu ijazah aja? kan bentar lagi" aku, dalam benakku menjawab "mungkin mamaku sebentar lagi pulang, aku ingin mendapat pekerjaan baru, gaji yang besar, bisa memberinya apa yang bisa aku beri, sebelum dia pulang" tapi apa daya, semuanya masih gagal. Sore itu, ketika aku sampai rumah mama terlihat sangat berbeda semenjak terakhir kali aku melihatnya. mama, terlihat begitu kosong. mama benar-benar tak mampu bicara lagi. Dikesempatan terakhir yang ku punya, aku bilang aku menyay...