Skip to main content

Pulang..

Pagi itu, aku masih bisa mencium keningmu.

Sejak beberapa bulan yang lalu, keadaanmu memburuk, lebih buruk dari sebelumnya. Aku, yang mungkin telah bersiap diri, selalu berdoa agar Tuhan memberi sedikit waktu lagi, beberapa tahun lagi sampai aku bisa memberimu bahagia.

Aku yang berusaha keras agar kuliahku cepat selesai, mendapatkan pekerjaan baru yang baik. Memberimu lebih banyak dari biasanya. Beberapa kali ku coba melamar pekerjaan kesana kemari, beberapa orang bertanya "kenapa nggak nunggu ijazah aja? kan bentar lagi" aku, dalam benakku menjawab "mungkin mamaku sebentar lagi pulang, aku ingin mendapat pekerjaan baru, gaji yang besar, bisa memberinya apa yang bisa aku beri, sebelum dia pulang" tapi apa daya, semuanya masih gagal.

Sore itu, ketika aku sampai rumah mama terlihat sangat berbeda semenjak terakhir kali aku melihatnya. mama, terlihat begitu kosong. mama benar-benar tak mampu bicara lagi. Dikesempatan terakhir yang ku punya, aku bilang aku menyayanginya, aku ikhlas jika memang sudah waktunya. Dan tibatiba mama mengangkat tangannya diatas punggungku, seperti ingin memeluk namun tak kuasa. Andai mama tau, beberapa hari yang lalu skripsiku di acc ma, sebentar lagi aku lulus.

Sedih rasanya melihatmu sudah tak berdaya lagi, tak mampu menolak, tak mampu meminta sesuatu. Ma, semenjak hari itu ada bagian kosong dihatiku, yang tak akan terisi kembali sampai kita bertemu lagi. Ma, jalan ku masih sangat panjang, tapi apa jadinya aku tanpamu, tujuanku.

Ma, setiap hari, setiap malam aku merindumu. Beberapa kali aku bermimpi tentang bagaimana aku menangis melihatmu pergi, dan mama hanya diam tanpa berkata apa. Ma, datang ke mimpiku dengan keadaanmu sekarang.

Ma, aku selalu merapikan kamarmu, berharap mama bisa tidur dengan nyenyak lagi disana. Ma, bapak kehilangan separuh jiwanya. Ma, kami kehilangan tempat berpulang. Ma, kapan datang? sekali aja. sebentar saja. aku ingin memelukmu walau sebentar.

Ma, apa disana baik baik saja? apa mama bisa istirahat dengan tenang sampai kita berkumpul lagi? Ma, hariku mungkin akan mendung, entah sampai kapan. Ruang kosong dihatiku selalu memanggilmu. Ma, langkahku terasa berat. Ma, dimana aku bisa menemuimu lagi...

Tak ada yang seindah matamu
Hanya rembulan
Tak ada yang selembut sikapmu
Hanya Lautan
Tak tergantikan
Oh...
Walau kita
Tak lagi saling
Menyapa

Lyric by Kunto Aji - Pilu Membiru

Comments

Popular posts from this blog

STOP BODY SHAMING!!!

Hafff.... Bosen sih harus nulis tentang ini lagi, tapi lagi lagi gue masih resah sama hal ini. Kamu udah tau apa itu bodi shaming ? Simplenya sih, body shaming (mempermalukan diri) itu istilah yang digunakan untuk mencela atau mengejek orang lain dan atau dirimu sendiri berdasarkan tampilan fisiknya. Jadi semacam bullying juga sih. Gue sebagai korban yang sedari jaman SD sampe sekarang mendapat perlakuan kayak gini dari lingkungan, merasa ini sangat amat mengganggu. "Kenapa sih orang orang selalu bully fisik gue kayak gini?" kadang itu yang sering gue tanyakan pada diri. Seringnya, gue di bully karna kekurusan gue yang mungkin mengganggu indra penglihatan mereka. Gak sesuai sama standar kecantikan dimata mereka. Selalu protes sama keadaan diri gue yang bahkan merugikan mereka pun enggak. Dan hal ini sangat berdampak buruk untuk gue, tingkat kepercayaan diri gue menurun. Karnanya dari kecil gue adalah orang yang gak pedean, cenderung pesimis. Sampai sekarang si...

Setahun lalu dan hari ini

 Setahun setelah hari itu. Selasa, 10 Desember 2019 pukul 19.00  hari dimana untuk terakhir kalinya aku memeluknya, membisikan betapa aku menyayanginya. dia, dengan sisa tenaga yg dimilikinya mencoba memelukku juga. tanpa kata, air matanya menetes, ungkapan kata dan rasa bahwa dia juga menyanyangiku. Ma, hari itu hari yang sangat gelap dihidupku. Dan, setahun setelahnya hidupku masih gelap, setiap harinya. Aku, yang tanpa dirimu selalu mencoba menyakinkan hati bahwa kamu memang sudah tidak disini. Melangkah walau tanpa asa, runtuh, goyah karna tiada tempat berteduh. Tiada hati yang hangat untuk dipeluk. Ma, langkahku masih berat. Hari ku masih dipenuhi oleh rindu, sesal, sepi dan takut. Ma, aku ingin mengulang semua saat bersamamu, walau hal pahit sekalipun. Ma semoga satu tahun ini menyenangkan untukmu, bahagia selalu walau kita tak sama lagi. hanya soal waktu aku kembali. Ma i miss you all the time.

Cerita Tentang Mama

Suatu malam di bulan Mei 2018, Malam itu gue baru aja pulang kerja dari tempat kerja gue di daerah Menteng, Jakarta Pusat. Didalam kereta, gue menerima telpon dari kakak, dia bilang:  “ni, nanti pulang jangan bilang sama mama apa penyakitnya dia, mama kena kanker serviks ni” Seketika itu juga badan gue lemes, nangis sambil berdiri di kereta, enggak ngerti lagi apa yang gue rasain…. Paginya gue emang tau kalo mama mau periksa ke rumah sakit karna udah mengalami pendarahan yang cukup lama, padahal mama gue sendiri sudah tidak menstruasi. Tapi gue gak pernah nyangka mama bisa di diagnosa kanker. Kata kanker sendiri amat tabu buat gue, gak pernah sedikit pun gue ngayal kanker ada di hidup gue, tiap googling gejala penyakit yang dirasain mama, gak pernah gue ketik keyword “kanker” sebegitu enggak kepikirannya. Sampenya dirumah gue masih lemes, liat mama kayaknya pengen nagis banget. Waktu itu gue pulang bawa makanan dari kantor, biasanya gue makan sendiri karna laper tapi...