Pernah gak lu dikomentari tentang fisik? pasti pernah dong?
"kok lu kurusan ya sekarang?"
"lu gak pantes pake baju itu, jadi kelihatan lebih tua"
"makin chubby aja pipinya"
"sebenernya tuh lu cuma kurang gemuk"
"tinggi bener, biasa makan galah ya?'
"kurangkurangin makannya nanti makin gendut lho"
Gue pribadi pernah di scanning kayak gitu, seringnya sih diginiin "ni, sebenernya tuh elu cuma kurang berisi aja dikit, coba aja kalo badan lu agak berisi" udah gak kehitung deh berapa banyak yang bilang begitu, enggak cowok enggak cewek semuanya sama sama seneng komentarin fisik. Emang kalo gue badannya berisi kenapa? atau kalo gue kurus kayak gini juga kenapa? lu mau ngasih gue makan tiap hari emang? enggak kan?
Pada dasarnya manusia emang lebih sering melihat kekurangan, apalagi kekurangan orang lain, itu gampang banget. Tapi at the end, guys gue hidup bukan untuk menyenangkan semua orang yang melihat gue, melihat diri gue. Mengikuti apa yang mereka bilang, mengikuti beauty standard yang ada di society kita. Silahkan kalo lu kuat untuk itu tapi kalo gue, gue udah nyaman dengan diri sendiri, dengan apa yang udah dikasih sama yang Maha Pemberi.
Never let people jugde you with their dirty mouth, terus menerus melihat kekurangan hanya akan membuat kita menjadi seorang yang miskin syukur. Merasa kurang terus "kok gue gini bgt ya?" "idung gue kok pesek" "jidat gue kayak lapangan ih lebarnyanaujubillah" dan sebagainya.
Atau bahkan kita bisa kena hasutan setan untuk merubah diri kita. Operasi plastik lah. Filling lah. Suntik silikon lah. Sulam alis lah. Dan masih banyak lagi cara untuk merubah diri kita untuk mengikuti beauty standard itu. Padahal apa yang udah ada pada diri itu udah yang paling terbaik menurut Allah untuk kita. Iya menurut Allah bukan menurut kita, dan yang pasti Dia lebih tau apa yang terbaik untuk kita dibanding diri kita sendiri. Tugas kita itu hanya menjaga apa yang Dia titipkan, bukan merubah apalagi merombak, ini bukan celana jeans yang kalau kegedean bisa dirombak sesuka hati.
Dan kalau masih banyak orang orang disekeliling yang masih berkomentar negatif tentang fisik, just close your ears. Gue pribadi dulu pernah mendengarkan apa kata mereka, hingga setiap gue berkaca gue selalu ngeluh sama diri gue, sampai pada akhirnya gue capek sendiri dan sadar. Terlalu buang waktu untuk mikirin kata kata negatif itu, gak ada faedahnya. Dan kalau kita mau orang orang gak berisik lagi menscanning kita, coba mulai dari sekarang kita juga stop untuk menscanning orang lain. Berusaha bodoamatlah orang lain mau seperti apa kelihatannya. Mungkin mereka memang nyamannya seperti itu. Dan semoga feedbacknya ke diri kita mereka juga berhenti untuk menscanning kita.
Kalau kata anak gaul, positive vibes guys.
"kok lu kurusan ya sekarang?"
"lu gak pantes pake baju itu, jadi kelihatan lebih tua"
"makin chubby aja pipinya"
"sebenernya tuh lu cuma kurang gemuk"
"tinggi bener, biasa makan galah ya?'
"kurangkurangin makannya nanti makin gendut lho"
Gue pribadi pernah di scanning kayak gitu, seringnya sih diginiin "ni, sebenernya tuh elu cuma kurang berisi aja dikit, coba aja kalo badan lu agak berisi" udah gak kehitung deh berapa banyak yang bilang begitu, enggak cowok enggak cewek semuanya sama sama seneng komentarin fisik. Emang kalo gue badannya berisi kenapa? atau kalo gue kurus kayak gini juga kenapa? lu mau ngasih gue makan tiap hari emang? enggak kan?
Pada dasarnya manusia emang lebih sering melihat kekurangan, apalagi kekurangan orang lain, itu gampang banget. Tapi at the end, guys gue hidup bukan untuk menyenangkan semua orang yang melihat gue, melihat diri gue. Mengikuti apa yang mereka bilang, mengikuti beauty standard yang ada di society kita. Silahkan kalo lu kuat untuk itu tapi kalo gue, gue udah nyaman dengan diri sendiri, dengan apa yang udah dikasih sama yang Maha Pemberi.
Never let people jugde you with their dirty mouth, terus menerus melihat kekurangan hanya akan membuat kita menjadi seorang yang miskin syukur. Merasa kurang terus "kok gue gini bgt ya?" "idung gue kok pesek" "jidat gue kayak lapangan ih lebarnya
Atau bahkan kita bisa kena hasutan setan untuk merubah diri kita. Operasi plastik lah. Filling lah. Suntik silikon lah. Sulam alis lah. Dan masih banyak lagi cara untuk merubah diri kita untuk mengikuti beauty standard itu. Padahal apa yang udah ada pada diri itu udah yang paling terbaik menurut Allah untuk kita. Iya menurut Allah bukan menurut kita, dan yang pasti Dia lebih tau apa yang terbaik untuk kita dibanding diri kita sendiri. Tugas kita itu hanya menjaga apa yang Dia titipkan, bukan merubah apalagi merombak, ini bukan celana jeans yang kalau kegedean bisa dirombak sesuka hati.
Dan kalau masih banyak orang orang disekeliling yang masih berkomentar negatif tentang fisik, just close your ears. Gue pribadi dulu pernah mendengarkan apa kata mereka, hingga setiap gue berkaca gue selalu ngeluh sama diri gue, sampai pada akhirnya gue capek sendiri dan sadar. Terlalu buang waktu untuk mikirin kata kata negatif itu, gak ada faedahnya. Dan kalau kita mau orang orang gak berisik lagi menscanning kita, coba mulai dari sekarang kita juga stop untuk menscanning orang lain. Berusaha bodoamatlah orang lain mau seperti apa kelihatannya. Mungkin mereka memang nyamannya seperti itu. Dan semoga feedbacknya ke diri kita mereka juga berhenti untuk menscanning kita.
Kalau kata anak gaul, positive vibes guys.

Comments
Post a Comment